Sejarah Berdirinya MI Hidayatuth Tholibin Karangtalun

MI Hidayatuth Tholibin Karangtalun berdiri pada tanggal 10 Februari 1967 dengan latar belakang masyarakat disaat itu sangatlah memprihatinkan. Terutama masyarakat di Karangtalun Kalidawir yaitu mengenai:

  • Keadaan masyarakat yang aktif melaksanakan perintah agama sangat memprihatinkan.
  • Problema yang menyangkut masalah pendidikan masih rendah.
  • Masalah keadaan ekonomi masyarakat masih sulit.

Karena adanya perhatian dan rasa tanggung jawab Umat Islam terutama Jamiyah Nahdlatul Ulama Karangtalun Kalidawir untuk mempersiapkan para generasi mendatang yang benar-benar mampu mengatasi keadaan, mengatasi kesulitan dan mengembangkan ilmu pengetahuan agama ilmu pengetahuan umum, maka perlu sekali adanya pendidikan dan pengajaran Islam lewat Madrasah. Dari sinilah muncul keinginan para tokoh untuk mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Hidayatuth Tholibin.

Adapun para pendiri MI Hidayatuth Tholibin Karangtalun sesuai dengan jabatannya sebagai pengurus Jami'ah Nahdlatul Ulama desa Karangtalun dan desa jabon Kecamatan Kalidawir adalah:

  • H. Machrus - Suriyah - Karangtalun Kalidawir.
  • Abdullah Sholeh - Sekretaris - Jabon Kalidawir.
  • Ma'sum - Tokoh masyarakat - Karangtalun Kalidawir.
  • Machsus - Ta'mir Masjid – Karangtalun Kalidawir.
  • Muzaini - Ketua Ansor - Karangtalun Kalidawir.

Pada awal berdirinya MI Hidayatuth Tholibin Karangtalun dibuka pendaftaran siswa baru kelas 1 dapat menyerap calon siswa baru berjumlah 40 siswa yaitu 25 laki-laki dan 15 perempuan, sedangkan gurunya waktu itu rata- rata bukan dari tamatan sekolah keguruan, yang jumlahnya 3 orang guru yaitu:

  • Bpk. Muzaini.
  • Bpk. Machsus.
  • Bpk. Muhammad Rawi.

Berhubung MI Hidayatuth Tholibin Karangtalun belum punya gedung maka sementara waktu kegiatan belajar mengajar tempatnya dititipkan di rumah penduduk dan masjid selama 3 tahun, mulai dari tahun 1967 sampai 1970. Masuk pagi mulai pukul 07.00 - 12.10. Bangunan gedung MI Hidayatuth Tholibin Karangtalun tersebut dibangun di atas tanah wakaf dari H. Machsus seluas 1010 m2 yang sekarang telah dibangun pula RA dan mushalla.

Seiring dengan perkembangan tehnologi dan budaya, yang berdampak kepada tatanan sosial masyarakat di lingkungan Madrasah, menjadikan MI Hidayatuth Tholibin Karangtalun Karangtalun harus tanggap, sigap dan cerdas serta flesibel untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Sesuai dengan visi dan misi "terwujudnya pribadi muslim berakhlaqul karimah, berilmu, terampil dan berprestasi" dengan Indikator diantaranya unggul dalam prestasi akademis maupun non akademis. Serta mengemban misi yang luhur diantaranya:

  • Menciptakan lembaga pendidikan yang islami dan berkualitas.
  • Menyelenggarakan proses pembelajaran yang menghasilkan lulusan berkualitas.
  • Meningkatkan mutu pembelajaran.
  • Menciptakan prestasi unggul dalam bidang akademis dan non akademis.
  • Membangun kesadaran ukhuwah islamiyah.
  • Mewujudkan kerja sama warga madrasah dengan masyarakat serta mampu mensiasati globalisasi dunia.

Visi dan misi MI sejalan dengan tujuan berdirinya MI Hidayatuth Tholibin Karangtalun dimana lewat madrasah ini para tokoh pendidikan ingin mencetak peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki keimanan dan ketaqwaan pada Allah SWT, pengendalian diri, berkepribadian islami, akhlaq mulia, mandiri serta mempunyai keterampilan yang berguna bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.